Jalur Forklift dan Lorong
Garis batas lorong dan jalur kendaraan agar forklift tetap di jalurnya dan rak terlindung dari benturan.
Jalur forklift, jalur pejalan kaki, area bahaya, hingga penanda posisi 5S, dicat dengan cat epoxy kelas heavy duty yang tahan gesekan roda dan bahan kimia keras. Tepi garis rapi, warna tetap jelas terlihat.
Line marking epoxy adalah marka lantai yang dicat menggunakan cat berbasis epoksi dua komponen. Setelah mengeras, cat membentuk lapisan keras yang menyatu dengan lantai, sehingga tidak mudah terkelupas oleh roda forklift, troli, atau gesekan sepatu.
Marka lantai bukan sekadar hiasan. Garis yang jelas memisahkan jalur kendaraan dari pejalan kaki, menandai area berbahaya, dan menjaga setiap barang kembali ke tempatnya. Inilah dasar penerapan 5S dan budaya K3 di lantai produksi.
Tape lantai cocok untuk layout sementara atau uji coba. Untuk marka permanen di area yang dilalui kendaraan, epoxy jauh lebih awet.
| Aspek | Line Marking Epoxy | Tape Lantai | Cat Lantai Biasa |
|---|---|---|---|
| Tahan roda forklift | Sangat baik | Tepi cepat terangkat dan sobek | Cepat terkikis |
| Tahan oli dan bahan kimia | Sangat baik | Lem melemah saat terkena cairan | Rendah hingga sedang |
| Kerapian tepi | Rapi dengan masking presisi | Rapi, tapi kotoran menumpuk di tepi | Bergantung pengerjaan |
| Waktu pemasangan | Perlu waktu curing | Langsung pakai | Perlu waktu kering |
| Cocok untuk | Marka permanen, area lalu lintas kendaraan | Layout sementara, uji coba 5S | Area pejalan kaki ringan |
Warna yang konsisten membuat siapa pun, termasuk karyawan baru dan tamu, langsung paham fungsi setiap area tanpa perlu membaca tanda. Berikut praktik umum yang banyak dipakai dalam penerapan 5S dan K3.
Jalur lalu lintas, batas lorong, dan batas area kerja.
Posisi peralatan, troli, meja kerja, dan rak.
Jalur pejalan kaki, barang jadi, atau area aman.
Bahan baku dan barang dalam proses.
Barang cacat, scrap, dan area karantina.
Barang menunggu inspeksi atau tertahan sementara.
Area berbahaya: mesin, tepi dock, tiang, dan tonjolan.
Area yang wajib kosong: APAR, hidran, panel listrik, pintu darurat.
Kode warna dapat disesuaikan dengan standar internal atau ketentuan audit perusahaan Anda. Yang terpenting, konsisten di seluruh fasilitas.
Garis batas lorong dan jalur kendaraan agar forklift tetap di jalurnya dan rak terlindung dari benturan.
Jalur aman untuk karyawan dan tamu, lengkap dengan penyeberangan di persimpangan jalur kendaraan.
Garis diagonal hitam-kuning di sekitar mesin, tepi loading dock, tiang, dan area berisiko tinggi.
Marka sudut (L-mark), footprint palet, dan posisi peralatan agar setiap barang punya tempat yang pasti.
Marka merah-putih di depan APAR, hidran, panel listrik, dan pintu darurat agar area selalu bebas halangan.
Garis parkir, panah arah, nomor lokasi rak, serta teks dan simbol keselamatan di lantai.
Marka yang awet ditentukan oleh daya rekat ke lantai, bukan oleh tebalnya cat saja. Karena itu jalur garis selalu dipersiapkan sebelum dicat.
Penyusunan layout marka dari denah, alur material, dan jalur evakuasi, bersama tim Anda.
Jalur garis dibersihkan dari oli dan debu, lalu digerinda atau diamplas agar cat mencengkeram.
Garis diukur dan ditandai, lalu dibatasi masking tape agar tepi lurus dan rapi.
Cat epoxy heavy duty diaplikasikan dua lapis untuk warna yang pekat dan merata.
Masking dilepas, marka dibiarkan mengeras, lalu area dibuka kembali.
Cat line marking berbasis epoksi dari Raja Epoxy adalah cat kelas heavy duty kami yang diformulasikan untuk menahan abrasi dan bahan kimia keras di lingkungan industri.
Umur marka bergantung pada persiapan permukaan, intensitas lalu lintas, dan jenis kendaraan yang melintas. Marka epoxy yang dipasang di atas permukaan yang dipersiapkan dengan benar jauh lebih awet dibanding tape atau cat lantai biasa, terutama di jalur forklift.
Bisa. Marka epoxy dapat diaplikasikan langsung di atas lantai beton setelah jalur garis dibersihkan dan digerinda, maupun di atas lantai epoxy yang sudah ada setelah permukaannya diamplas.
Praktik umum: kuning untuk jalur lalu lintas dan batas area kerja, putih untuk posisi peralatan, hijau untuk jalur pejalan kaki atau barang jadi, merah untuk barang cacat, hitam-kuning untuk area berbahaya, dan merah-putih untuk area yang wajib kosong seperti APAR dan panel listrik. Kode warna bisa disesuaikan dengan standar internal perusahaan.
Lebar garis lorong umumnya berkisar 5 sampai 10 cm, disesuaikan dengan luas area, jarak pandang, dan jenis lalu lintas. Tim kami merekomendasikan ukuran saat penyusunan layout.
Pejalan kaki umumnya dapat melintas setelah cat cukup kering, sedangkan lalu lintas forklift sebaiknya menunggu cat mengeras lebih lama sesuai spesifikasi produk. Karena itu pekerjaan sering dijadwalkan malam hari atau akhir pekan.
Harga line marking umumnya dihitung per meter lari, dipengaruhi lebar garis, jumlah warna, kondisi lantai, serta tambahan seperti hazard stripe, panah, dan teks. Raja Epoxy memberikan penawaran rinci tanpa biaya tersembunyi setelah survei atau dari denah yang Anda kirim.
Kirim denah atau gambaran area Anda. Tim Raja Epoxy akan membantu menyusun layout marka, menghitung panjang garis, dan memberikan penawaran yang rinci.
Jl. Raya Industri No.117, Pasirgombong, Kec. Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530.